Download

BThemes

Get A FREE Hit Counter
 
 
Jumat, 22 Januari 2010

Pasar Terapung Muara Kuin


Pasar Terapung Muara Kuin
Kota Banjarmasin - Kalimantan Selatan - Indonesia
Pasar Terapung 
Muara Kuin
Pasar Terapung Muara Kuin di sungai Barito, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin
Pasar Terapung Muara Kuin merupakan salah satu bentuk pola interaksi  jual-beli masyarakat yang hidup di atas air. Para pedagang dan pembeli malakukan  aktivitas jual-beli di atas Jukung, sebutan perahu dalam bahasa Banjar. Pasar ini dimulai setelah shalat Subuh dan akan berakhir ketika matahari  telah beranjak naik atau sekitar jam 09:00 Wita. Apabila lewat dari jam tersebut, maka sudah dapat dipastikan bahwa pasar  bakal sepi, karena para pedagang akan berpencar, menyusuri sungai-sungai kecil,  untuk menjual barang dagangnya ke penduduk yang rumahnya berada  di bantaran sungai.

Pasar terapung ini sudah ada lebih dari 400 tahun lalu, dan merupakan  sebuah bukti aktivitas jual-beli manusia yang hidup di atas air. Seperti halnya pasar-pasar yang ada di daratan, di atas pasar terapung ini  juga dilakukan jual beli barang seperti sayur-mayur,  buah-buahan, segala jenis ikan dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Pembelian dari tangan pertama disebut dukuh, sedangkan tangan kedua  yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan.  Di pasar ini, pengunjung dapat menyaksikan transaksi jual-beli yang dilakukan  secara tradisional, yaitu dengan cara barter antar para pedagang berperahu,  yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk

Namun sayang, kondisi aktraktif aktivitas jual-beli di atas perahu tersebut  semakin lama semakin pudar pamornya, baik karena jumlah jumlah pedagang yang semakin  sedikit, sikap penjual yang tidak lagi cukup bersahabat, ataupun kurangnya  dukungan dari pemerintah kota Banjarmasin. Kebijakan pemerintah membangun pasar  di darat dekat dengan Pasar Terapung Kuin dan pembangunan ratusan jembatan  rendah yang menghalangi akses lalu lintas sungai, baik langsung atau tidak,  merupakan salah satu penyebab semakin memudarnya aktivitas jual-beli di  floating market ini.

Keistimewaan

Mengunjungi Pasar Terapung Muara Kuin akan memberikan kenangan tak  terlupakan tentang bagaimana masyarakat yang hidup di atas air memenuhi  kebutuhan hidupnya. Selain itu, pengunjung juga akan mengetahui pola transaksi  jual-beli yang telah berumur lebih dari 400 tahun. Oleh karena pasar ini telah  menjadi saksi bisu perjalanan aktivitas ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan, muncul pameo belum ke Banjarmasin jika belum mengunjungi Floating Market Muara Kuin.

Suasana berdesak-desakan antara perahu besar di pasar  terapung ini cukup unik dan khas. Para pengemudi jukung dengan mahirnya mengayuh dan mengejar pembeli atau penjual yang berseliweran  kian kemari dan perahu mereka kerap oleng dimainkan gelombang Sungai Barito.  Bagi wisatawan yang datang dari kota-kota besar, akan merasakan sensasi  tersendiri ketika mengamati pedagang wanita dengan topi lebarnya berperahu  menjual hasil kebun atau makanan olahannya sendiri.

Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti pada  pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung,  pembagian pedagang berdasarkan barang dagangan, dan tempat berjualan yang  selalu berpindah-pindah.

Bagi pengunjung yang hanya ingin bersantai, bisa menikmati secangkir teh  atau kopi, plus makanan/kue khas Banjar, sembari menikmati goyangan ombak yang  menerpa klotok yang ditumpangi. Pengunjung juga dapat menyaksikan rumah-rumah terapung (Rumah Lanting) yang berada di  sepanjang pinggiran sungai.

Lokasi

Pasar Terapung Muara Kuin terletak di aliran sungai Barito, tepatnya di muara Sungai Kuin, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Bajarmasin,  Kalimantan Selatan.

Akses

Jika  berangkat dari pusat kota Banjarmasin dengan menggunakan perahu mesin  atau yang biasa disebut klotok, diperlukan waktu sekitar 45 menit untuk  menuju pasar yang berada di aliran Sungai Barito tersebut. Jika ingin lebih  cepat sampai, pengunjung dapat menggunakan angkutan darat dengan menempuh rute Kota Banjarmasin-desa  Alalak. Dari desa Alalak menuju lokasi Pasar Terapung yang jaraknya tidak  begitu jauh pengunjung bisa mencarter klotok dengan harga Rp 70 ribu  (tergantung bisa tidaknya pencarter malakukan tawar menawar). Dengan menyewa klotok,  pengunjung tidak hanya bisa menyaksikan aktivitas di floating market tetapi  juga bakal diajak berwisata ke Pulau Kembang.

Tiket Masuk Lokasi

Tidak ada biaya masuk

Akomodasi dan fasilitas lainnya.

Di tempat ini tersedia tempat penyewaan perahu klotok, rumah makan,  warung-warung penjual makanan dan minumana ringan. Selain itu, di pasar ini  para pengunjung dapat bermalam di Rumah-Rumah Lanting yang berjejer di pinggir  sungai.

Baca Juga Artikel yang Lainnya!

0 comments:

Poskan Komentar

Get Updates Via E-Mail!

BTricks

 
10 March 2011 - 18:57 IMT
© 2011 Copyright www.jethornet.com Themes By Aditya Bhaskara