Download

BThemes

Get A FREE Hit Counter
 
 
Rabu, 23 Desember 2009

Dusun Segenter

Perkampungan tradisional Segenter, di desa sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok utara (KLU)memiliki keunikan tersendiri di bandingkan kampung lain di wilayah tersebut. Unik karna bangunan rumahnya sangat khas yang merupakan ciri khusus rumah masyarakat bayan. Dalam perkembanganya, segenter kini menjadi daya tarik wisatawan mancanegara yang Berkunjung ke Lombok utara.Namun ironis, perkampungan tradisional itu seakan terbaikan. Dari kejauhan daerah rumah tradisional ini sangat indah dan rapi.Siapa saja yang melihat pemandagan ini,di pastikan akan berdecak kagum, Apalagi jika melihatnya dari dekat . Pondasi rumah tradisional Segentar rebuat dari tanah dan batu,dinding rumah dari bambu.

PESONA UNIK RUMAH ADAT SEGENTER SENARU BAGI WISATAWAN
Masih permanennya rumah tradisional di Lombok dengan motif arsitektur yang masih menyisakan kesan tradisional rupanya masih menjadi daya tarik wisatawan dalam dan luar negeri yang terus diburu keberadaannya. Kekhasan dan keunikan rumah adat tradisional inilah yang menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang datang ke Lombok. Di Lombok selain rumah adat tradisional, yang sudah dikenal dan dipertahankan keasliannya seperti rumah tradisional Sade di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, juga tak kalah gregetnya rumah tradisional Senaru, rumah tradisional Segenter, keduanya berada di kecamatan Bayan Lombok Utara. Kedua rumah adat yang disebut terakhir telah dijadikan ikon destinasi kunjungan wisatawan baik lokal maupun domestik yang selalu menjadi salah satu bagian dari kunjungan wisatawan yang diprogramkan oleh beberapa biro perjalanan wisata di daerah ini. Dimata wisatawan mancanegara perumahan tradisional ini sudah begitu dikenal. Kerap kali wisatawan mancanegara melakukan perjalanan wisatanya ke Lombok, yang pasti dari perusahaan biro perjalanan wisata menjadwalkan kunjungannya ke tempat ini. Dari Mataram jarang kurang lebih 60 km. yang spesifik dari rumah tradisional Sade ini, konstruksi bangunannya persis menyerupai bangunan leluhur masyarakat sasak tempo dulu, tak ada yang berubah, rata-rata disetiap rumah bangunannya menganut model dan motif yang sama. Bahan-bahan bangunan sebagian besar terdiri dari bambu, baik tiang, pusuk dinding, pintu hingga tempat menaruh barang-barang berharga semuanya berbahan bambu. Sebagian atapnya sebagian besar berbahan alang-alang diperoleh dari ladang maupun kebun-kebun warga setempat yang banyak tumbuh secara liar. Baik di Segenter maupun Senaru rata-rata penduduknya bermata pencaharian utama adalah bertani dan usaha sampingan mereka adalah dengan menenun.
Pengakuan sejumlah warga setempat menuturkan, desa adat ini merupakan desa adat tertua yang ada di Lombok. Desa Segenter merupakan salah satu desa adat di Lombok yang didiami oleh suku asli sasak dan masih mempertahankan adat, tradisi yang masih asli dan unik. Contohnya saja di lantai rumah yang terbuat dari tanah liat yang sewaktu-waktu bisa dicampur dengan kotoran. Sementara penyangga (tiang) dan dinding rumahnya secara umum berasal dari bambu yang beratapkan ilalang, atau daun kelapa yang sudah dikemas sedemikian rupa untuk bisa dijadikan sebagai tempat berteduh. Motif arsitektur rumah adat senaru maupun Segenter ditelusuri dari perjalanan historisnya memang tidak terlepas dari pengaruh perkembangan kehidupan sosial dan budaya masyarakat yang bertengger di bawah kaki gunung rinjani tersebut. Namun jika berbicara soal tahun berapa masyarakat asli Senaru maupun Segenter bermukim disana, belum jelas angka yang pasti. Namun menurut pemangku adat Senaru dan segenter pada masa pemerintahan kerajaan Bayan baik di segenter maupun Senaru telah ditempatkan seorang wakil Rangge atau Demung. Hal ini ditunjukkan dengan adanya makam di kebun salah seorang penduduk dekat batas areal hutan tanaman industry. Makam tersebut diyakini oleh masyarakat asli Senaru sebagai makam Demung sebelum tahun 1910. Masyarakat asli Senaru meyakini keberadaannya di Senaru sejak jaman kerajaan Bayan. Akan tetapi yang jelas sebagian diantaranya masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan masyarakat di sekitarnya seperti karang bajo, bayan, anyar dan sukadana. Lain halnya dengan keberdaan masyarakat pendatang yang berasal dari wilayah lainnya di Kabupaten Lobar, Loteng maupun Lotim dimulai sejak tahun 1975, sejak adanya proyek transmigrasi semacam translok. Mereka terkonsentrasi di dusun batu Koq, bebaloan, tumpang sari, pawing kreok dan dari dusun-dusun lainnya baik yang bertetangga dekat maupun jauh. Baik di Senaru maupun Segenter, ini oleh wisatawan mancanegara maupun nusantara telah dijadikan lokasi kunjungan wisatawan. Karena disini terkenal dengan desa adatnya yang mengeksplorasi rumah adat tradisional yang masih kuno dan tertata cukup unik. Karena keunikan inilah tentu menarik wisatawan untuk berkunjung dan meneliti perumahan tradisional ini. Aktivitas wisatawan di Tradisional Village di kedua desa tersebut di atas biasanya berkeliling ke pemukiman penduduk yang ditemani sejumlah guide wisata. Terkadang wisatawan ada juga yang masuk ke rumah-rumah penduduk dengan terlebih dahulu meminta ijin kepada pemilik rumah. Para wisatawan tidak ketinggalan mengabadikan rumah-rumah penduduk setempat berikut segala aktivitas kesehariannya yang masih amat tradisional. Aktivitas keseharian tersebut antaranya menumbuk padi, kopi, menambi beras, menggendong atau menyuapi anaknya makan. Wisatawan biasanya mengunjungi aktivitas masyarakat setempat pada siang atau sore hari. Mereka dijamu kebanyakn kaum perempuan dan anak-anak meraka. Kaum laki biasanya pergi ke ladang atau mengurus ternak peliharaannya.

Upacara Adat

Dan atap dari alang-alang Meski pondasi rumah dari tanah, kebersihan lingkungan sekitarnya tak kalah dengan rumah permanen yang beratapkan genting atau seng.
Terdapat sekitar 80 buah rumah tradisional diSegenter, berjejer dari arah selatan ke utara. Untuk datang ketepat ini dari Kota mataram harus menempuh perjalanan sejauh 80 km, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam lebih. Di tengah jejeran rumah itu terdapat bangunan berugak. Keyakinan masyarakat di Segenter, orang tua hrus menempati rumah yang terletek di timur berugak sedangkan anak-anaknya tingal di rumah yang terletak di barat berugaq.
Fungsi berugaq tempat menerima tamu, tempat upacara adat perkawinan, khitanan dan upacara kematian,” kata Misayang, seorang Warga segenter, sabtu (12/9) kepada Suara NTB.
Memang ada upcara pemerintah melestarikan pembangunan rumah tradisional di Segenter. Pada 2007 dibangun pondisi berugaq sebanyak 35 buah dan pembangunan jalan lingkungan sekitar 300 meter dengan dana APBN.Selain itu, membanguna lima buah berugaq yang terletek di luar dan di dalam perkampungan rumah tradisional tersebut .
Sekdes sukadana, R Serigede menjelaskan, posisi pembangunan rumah orang tua di segenter memang harus di sebelah timur berugaq. Sianak tidak berani merubah posisi bangunan rumah.Kalau di rubah, mereka takut tertimpa bencana atau sakit,”tutur Serigede.
Segenter tak hanya menjadi obyek wisata di Kecamatan bayan. Tempat ini juga sering di jadikan obyek penelitian sejumlah perguruan tinggi. Menurut serigede, perguruan tinggi yang pernah melakukan penelitian di perkampungan tradisional itu seperti Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Udayana (Unud)dan Universitas Mataram (Unram)serta sejumlah perguruan tinggi yang lain.
Kondisi rumah tradisional Segenter membutuhkan perhatian pemerintah. Setidaknya, membantu warga mengganti atap alag alang yamg sudah di makan usia.Perhatian lain, membina warga dengan memberikan bekal pengetahuan tentang kerajinan yang bisa di kembangkan dan mendukung kampung itu sebagi obyek wisata potensial. Sebab, wisatawan yang datang ke objek wisata itu, pasti akan mencari hasil kerajinan khas apa yang di hasilkan warga di perkampungan tradisional itu,
Tak tersetdianya souvenior yang di hasilkan warga setempat, Merupan kelemahan di segenter. “Tak di temukan hasil kerajinan rakyat untuk menopang sector pariwisata, “ Kata Srigade, seraya menambahkan bahwa di daerah itu ada kerajinan bamboo di warga setempat sudah memiliki dasar pengetahuan kerajinan ini. Rencana ini yang akan di sampikan Kecamat Bayan Diseperindang KLU, guna min ta bantuan oelatihan dan modal kerja perajin.Serigede berharap keinginan warga ini bisa terealisasi, sehingga keberadaan perkampungan tradisional Segenter ini menjadi lengkap.


Baca Juga Artikel yang Lainnya!

1 comments:

Gde Mudji mengatakan...

tolong agar penulisan artikel dengan menggunakan colour font yang sesuai,supaya enak dibaca oleh npara pengunjung,tampak jelaslah.biar dak kayak pelangi aja,kaleeeeeeeeee!

Poskan Komentar

Get Updates Via E-Mail!

BTricks

 
10 March 2011 - 18:57 IMT
© 2011 Copyright www.jethornet.com Themes By Aditya Bhaskara